Selasa, 26 Maret 2013
kunci gta forr pc
LXGIWYL =
senjata 1
PROFESSIONALSKIT
= senjata 2
UZUMYMW =
senjata 3
HESOYAM =
darah, armor, duit
BAGUVIX =
nyawa ga terbatas
CVWKXAM =
lung capacity ga terbatas
ANOSEONGLASS
= adrenalin mode
FULLCLIP =
amunisi ga terbatas
TURNUPTHEHEAT
= mendapat 2 wanted level
TURNDOWNTHEHEAT
= hapus semua wanted level
BTCDBCB =
gemuk
BUFFMEUP =
max otot
KVGYZQK =
kerempeng
AEZAKMI = ga
pernah dicari polisi
BRINGITON =
wanted level bintang 6
WORSHIPME =
max respect
HELLOLADIES
= Max Sex Appeal
VKYPQCF =
Max Stamina
PROFESSIONALKILLER
= level hitman di semua senjata
NATURALTALENT
= max semua skill kendaraan [ darat, laut, udara]
AIWPRTON =
teng
OLDSPEEDDEMON
= Bloodring Banger
JQNTDMH =
Rancher
VROCKPOKEY =
hotring racer 1
VPJTQWV =
hotring racer 2
WHERESTHEFUNERAL
= Romero
CELEBRITYSTATUS
= Stretch
TRUEGRIME =
Trashmaster
RZHSUEW =
Caddy
JUMPJET =
Hydra
KGGGDKP =
Vortex Hovercraft
AIYPWZQP =
Parachute
ROCKETMAN =
Jetpack
OHDUDE =
Hunter
FOURWHEELFUN
= Quad
AMOMHRER =
Tanker Truck
ITSALLBULL =
Dozer
FLYINGTOSTUNT
= Stunt Plane
MONSTERMASH
= Monster
CPKTNWT =
hancurkan semua mobil
WHEELSONLYPLEASE
= mobil tembus pandang
STICKLIKEGLUE
= handling sempurna
ZEIIVG =
lampu lalu lintas hijau terus
YLTEICZ =
pengemudi gila
LLQPFBN =
mobil pink
IOWDLAC = mobil
hitam
FLYINGFISH =
perahu terbang
EVERYONEISPOOR
= semua mobil butut
EVERYONEISRICH
= semua mobil keren
CHITTYCHITTYBANGBANG
= mobil terbang
JCNRUAD =
Smash n’ Boom
SPEEDFREAK =
semua mobil ber NOS
BUBBLECARS =
mobil melayang kalau ditabrak
OUIQDMW = bisa
membidik dari mobil
GHOSTTOWN =
ga ada mobil
FVTMNBZ =
mobil-mobil desa
BMTPWHR =
mobil mobil dan orang desa
SPEEDITUP =
Gameplay lebih cepat
SLOWITDOWN =
Gameplay lebih lambat
AJLOJYQY =
pejalan kaki salig menyerang dapet tongkat golf
BAGOWPG = dapat
bounty di kepalamu
FOOOXFT =
semua orang bersenjata
GOODBYECRUELWORLD
= bunih diri
BLUESUEDESHOES
= elvis dimana mana
BGLUAWML =
pejalan kaki menyerangmu dengan senjata
LIFESABEACH=
pesta pantai
ONLYHOMIESALLOWED
= Geng dimana-mana
BIFBUZZ =
geng mengontrol jalanan
NINJATOWN =
yakuza
BEKKNQV =
fans club
CJPHONEHOME
= melompat pakai BMX jadi tinggi
KANGAROO =
CJ melompat tinggi
STATEOFEMERGENCY
= RUSUHH!!!!! [persis kayak mei 1998]
CRAZYTOWN =
carnaval
SJMAHPE =
merekrut siapa saja [dapat pistol]
ROCKETMAYHEM
= rekrut siapa saja [dapat RPG]
PLEASANTLYWARM
= panas
TOODAMNHOT =
sangat panas
ALNSFMZO =
Overcast
AUIFRVQS =
hujan
CFVFGMJ =
berkabut
YSOHNUL =
jam lebih cepat
NIGHTPROWLER
= selalu jam 00.00
OFVIAC =
selalu jam 21.00
SCOTTISHSUMMER
= badai
CWJXUOC =
badai debu
udah ya
segitu dulu
makala pentingnya pembelajaran bahasa indonesia
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mulyasa
(2011: 78) Menjelaskan “menyediakan variasi merupakan keterampilan yang harus
dikuasai guru dalam pembelajaran, untuk mengatasi kebosanan peserta didik, agar
selalu antusias, tekun, dan penuh partisipasi.” Variasi dalam pembelajaran
adalah perubahan dalam proses kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan
motivasi belajar peserta didik, serta mengurangi kejenuhan dan kebosanan.
Proses pembelajaran pada hakekatnya untuk mengembangkan aktivitas dan
kreativitas peserta didik, melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar.
Namun dalam pelaksanaannya sering kali tidak di sadari, bahwa masih banyak
kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan justru menghambat aktivitas dan
kreativitas peserta didik. Proses pembelajaran di kelas pada umumnya lebih
menekankan pada aspek kognitif, sehingga kemampuan mental yang dipelajari
sebagian besar berpusat pada pemahaman bahan pengetahuan dan ingatan. Dalam
situasi yang demikian biasanya peserta didik dituntut untuk menerima apa-apa yang
di anggap penting oleh guru dan menghafalnya. Guru pada umumnya kurang
menyenangi suasana pembelajaran yang para peserta didiknya banyak bertanya
mengenai hal-hal di luar konteks yang diajarkan. Melihat kondisi yang demikian,
maka aktivitas dan kreativitas para peserta didik terhambat atau tidak dapat
berkembang secara optimal.
Banyak cara
untuk menciptakan suasana belajar kondusif yang dapat mengembangkan aktivitas
dan kreativitas belajar secara optimal, sesuai dengan kemampuan masing-masing
peserta didik. Salah satunya, yaitu pemanfaatan lingkungan sekitar untuk
pembelajaran. Pembelajaran yang dikaji dalam makalah ini yaitu pembelajaran
bahasa Indonesia yang dikhususkan untuk pembuatan cerpen. Metode semacam ini
banyak kita jumpai dari kalangan para pendidik, namun pelaksanaannya belum
dapat terealisasikan. Entah apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Untuk itu penulis akan membahas permasalahan yang dapat menghambat pelaksanaan
pembelajaran dalam metode ini.
B.
Rumusan Masalah
a) Apakah pengertian pemanfataan lingkungan ?
b)
Bagaimana pembelajaran
pembuatan cerpen untuk siswa tingkat SMP ?
C. Batasan Masalah
a)
Pemanfaatan lingkungan dalam metode pembelajaran
b)
Pembelajaran pembuatan cerpen pada tingkat SMP
D. Tujuan
a)
Untuk mengetahui pemanfaatan lingkungan dalam metode pembelajaran
b)
Untuk mengetahui pembelajaran pembuatan cerpen pada
tingkat SMP
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Pemanfaatan Lingkungan
Pemanfaatan lingkungan adalah menggunakan alam yang
ada disekitar kita, baik interaksi
antara faktor biotik (hidup) dan faktor abiotik (tak hidup) untuk
pembelajaran. Menurut Oemar Hamalik (2004:
195) lingkungan (environment) sebagai dasar pengajaran adalah faktor
kondisional yang mempengaruhi tingkah laku individu dan merupakan faktor
belajar yang penting. Sehingga pemanfaatan lingkungan bisa dijadikan media
dalam metode pembelajaran.
Sudjana
(2002: 39) Juga menjelaskan hasil belajar yang dicapai oleh siswa dipengaruhi
oleh dua faktor utama, yakni faktor dari dalam diri siswa itu dan faktor yang
datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. Sebab hasil belajar siswa
disekolah 30% dipengaruhi oleh lingkungan.
B.
Pembelajaran
Pembuatan Cerpen
Suyono dan Hariyanto (2011: 9) Menjelaskan
“belajar adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan,
meningkatkan
keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian.”
Kegiatan ini bertujuan untuk membuat seseorang menjadi tahu dengan menggunakan
pengalaman (experience). Pengalaman yang terjadi berulang kali melahirkan
pengetahuan, (knowledge), atau a body of knowledge. Definisi ini
merupakan definisi umum dalam pembelajaran yang beranggapan bahwa pengetahuan
sudah terserak di alam, tinggal bagaimana siswa atau pembelajar bereksplorasi,
menggali, dan menemukan kemudian memungutnya, untuk memperoleh pengetahuan.
Belajar dikatakan berhasil jika seseorang mampu mengulangi kembali materi yang
telah dipelajarinya. Konsep belajar juga menekankan bahwa belajar tidak hanya
dari segi teknis, tetap juga tentang nilai dan norma. Ketika pembelajaran berbasis
lingkungan berkembang, maka definisi belajar juga menyesuaikan diri.
Pembelajaran merupakan suatu cara untuk membuat seseorang belajar. Banyak hal
yang dipelajari oleh peserta didik, salah satunya pembelajaran pembuatan cerpen
yang disesuaikan dengan jenjang mereka. Untuk menerapkan metode ini penulis
melibatkan siswa SMP sebagai objek. Jadi, pembuatan cerpen pun tidak boleh
dipaksakan untuk menghasilkan karya yang bagus. Namun disesuaikan dengan
kemampuan peserta didik untuk
berlatih menuangkan imajinasi.
Siswa SMP
adalah siswa yang beranjak remaja dalam proses pencarian jati diri, yang
merupakan usia efektif untuk mendapatkan pengetahuan lebih. Meski belum saatnya
untuk diberi materi membuat cerpen, paling tidak siswa telah belajar bagaimana
berimajinasi dan mengenal bahasa yang bermakna konotasi. Tentunya dalam
menuangkan ide menggunakan kata sederhana yang sesuai dengan kemampuan berpikir
anak seumuran mereka.
Yang paling
utama untuk diperhatikan dalam pembuatan cerpen adalah pemborosan kata. Karena
hal tersebut akan mengakibatkan kesalahan yang fatal jika tidak diberantas
lebih awal. “Keterampilan menulis untuk menulis secara jernih, jelas, dan lugu
adalah modal utama seorang penulis. Menulislah hal-hal yang konkret yang jelas
kita ketahui dan benar-benar kita kuasai” Mochtar lubis ( 2011: 35). Untuk itu
latihan ini perlu dilakukan secara rutin agar para peserta didik dapat
mengembangkan potensi yang telah mereka miliki dengan maksimal.
Untuk siswa
SMP yang merupakan pemula dalam pembelajaran menulis cerpen, lebih baik
mengambil objek yang unik secara harfiah terlebih dahulu. Dalam hal latihan
teknik atau penguasaan bentuk cerpen, dimulai dengan pemilihan karakter tokoh
yang unik, baik secara fisik, sifat, ekspresi, gerakan, maupun cara berpakaian.
Selain itu juga keunikan pada latar, tema, dan alur perlu dikembangkan. Siswa
juga harus memiliki penguasaan kosakata yang baik. Setelah peserta didik
menguasai hal itu, barulah
mereka bisa mengadakan percobaan sendiri mengenai susunan bahasa, pemakaian
kata-kata dan sebagainya. Sehingga siswa tidak perlu memperhatikan
bentuk-bentuk aliran yang memang harus dikuasai sebagai seorang pengarang.
Setidaknya peserta didik telah mengenal aliran tersebut tanpa harus
menerapkannya dalam pembuatan cerpen. Aliran yang dimaksud, antara lain aliran
impresionisme, realisme, naturalisme, dan sebagainya.
Mochtar lubis (2011: 57)
Menjelaskan “cerpen yang menarik selalu memiliki sesuatu yang menarik yang
hendak diceritakannya.” Ini merupakan salah satu strategi bagaimana sebuah
cerpen akan dibaca. Untuk dapat menghidupkan cerita, siswa harus rutin berlatih
menulis. Karena sebuah cerpen bukan hanya menyampaikan cerita, tetapi juga
menggambarkan sebuah pengalaman berbentuk cerita. Maka syarat untuk membuat
sebuah cerpen hidup adalah bagaimana membawa pembacanya memasuki pengalaman
cerita itu. Pengalaman dalam hal ini mengajak pembaca untuk ikut menghayati
cerita. Dan hal itu hanya bisa diberikan lewat panca indera kita… Mochtar lubis
(2011: 82).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pemanfaatan lingkungan merupakan salah satu media pembelajaran yang baik
untuk diterapkan dalam proses belajar, karena dapat menumbuhkan minat dan
semangat peserta didik. Hal ini dapat diterapkan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya pada pembuatan cerpen. Karena siswa bisa mengamati apa yang
ada di dalam lingkungan dan menjadikan apa yang siswa lihat sebagai salah satu
sumber inspirasi untuk membuat suatu karya
sastra berupa cerpen. Untuk
membuat cerpen sendiri siswa bisa menulis cerpen berdasarkan pengalaman apa
yang didapatkannya dari lingkungan melalui panca
indera.
B. Saran
Demikian yang dapat penulis
bagikan tentang pembelajaran pembuatan cerpen. Sedikit catatan yang telah
penulis tuliskan, semoga dapat membantu peserta didik yang belajar dibangku SMP
untuk semakin semangat membuat cerpen dengan memanfaatkan lingkungan. Selain
itu, penulis juga berharap agar para calon pendidik (mahasiswa pendidikan
bahasa Indonesia) dapat menerapkan lingkungan sebagai media pembelajaran bagi
peserta didiknya. Penulis juga berharap dengan adanya tulisan ini dapat
membantu pemerintah dalam mensukseskan kekreatifan pendidik maupun peserta
didik. Segala kekurangan dan kelebihan pasti ada, untuk itu penulis
makala pentingnya pembelajaran bahasa indonesia
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mulyasa
(2011: 78) Menjelaskan “menyediakan variasi merupakan keterampilan yang harus
dikuasai guru dalam pembelajaran, untuk mengatasi kebosanan peserta didik, agar
selalu antusias, tekun, dan penuh partisipasi.” Variasi dalam pembelajaran
adalah perubahan dalam proses kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan
motivasi belajar peserta didik, serta mengurangi kejenuhan dan kebosanan.
Proses pembelajaran pada hakekatnya untuk mengembangkan aktivitas dan
kreativitas peserta didik, melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar.
Namun dalam pelaksanaannya sering kali tidak di sadari, bahwa masih banyak
kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan justru menghambat aktivitas dan
kreativitas peserta didik. Proses pembelajaran di kelas pada umumnya lebih
menekankan pada aspek kognitif, sehingga kemampuan mental yang dipelajari
sebagian besar berpusat pada pemahaman bahan pengetahuan dan ingatan. Dalam
situasi yang demikian biasanya peserta didik dituntut untuk menerima apa-apa yang
di anggap penting oleh guru dan menghafalnya. Guru pada umumnya kurang
menyenangi suasana pembelajaran yang para peserta didiknya banyak bertanya
mengenai hal-hal di luar konteks yang diajarkan. Melihat kondisi yang demikian,
maka aktivitas dan kreativitas para peserta didik terhambat atau tidak dapat
berkembang secara optimal.
Banyak cara
untuk menciptakan suasana belajar kondusif yang dapat mengembangkan aktivitas
dan kreativitas belajar secara optimal, sesuai dengan kemampuan masing-masing
peserta didik. Salah satunya, yaitu pemanfaatan lingkungan sekitar untuk
pembelajaran. Pembelajaran yang dikaji dalam makalah ini yaitu pembelajaran
bahasa Indonesia yang dikhususkan untuk pembuatan cerpen. Metode semacam ini
banyak kita jumpai dari kalangan para pendidik, namun pelaksanaannya belum
dapat terealisasikan. Entah apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Untuk itu penulis akan membahas permasalahan yang dapat menghambat pelaksanaan
pembelajaran dalam metode ini.
B.
Rumusan Masalah
a) Apakah pengertian pemanfataan lingkungan ?
b)
Bagaimana pembelajaran
pembuatan cerpen untuk siswa tingkat SMP ?
C. Batasan Masalah
a)
Pemanfaatan lingkungan dalam metode pembelajaran
b)
Pembelajaran pembuatan cerpen pada tingkat SMP
D. Tujuan
a)
Untuk mengetahui pemanfaatan lingkungan dalam metode pembelajaran
b)
Untuk mengetahui pembelajaran pembuatan cerpen pada
tingkat SMP
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Pemanfaatan Lingkungan
Pemanfaatan lingkungan adalah menggunakan alam yang
ada disekitar kita, baik interaksi
antara faktor biotik (hidup) dan faktor abiotik (tak hidup) untuk
pembelajaran. Menurut Oemar Hamalik (2004:
195) lingkungan (environment) sebagai dasar pengajaran adalah faktor
kondisional yang mempengaruhi tingkah laku individu dan merupakan faktor
belajar yang penting. Sehingga pemanfaatan lingkungan bisa dijadikan media
dalam metode pembelajaran.
Sudjana
(2002: 39) Juga menjelaskan hasil belajar yang dicapai oleh siswa dipengaruhi
oleh dua faktor utama, yakni faktor dari dalam diri siswa itu dan faktor yang
datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. Sebab hasil belajar siswa
disekolah 30% dipengaruhi oleh lingkungan.
B.
Pembelajaran
Pembuatan Cerpen
Suyono dan Hariyanto (2011: 9) Menjelaskan
“belajar adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan,
meningkatkan
keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian.”
Kegiatan ini bertujuan untuk membuat seseorang menjadi tahu dengan menggunakan
pengalaman (experience). Pengalaman yang terjadi berulang kali melahirkan
pengetahuan, (knowledge), atau a body of knowledge. Definisi ini
merupakan definisi umum dalam pembelajaran yang beranggapan bahwa pengetahuan
sudah terserak di alam, tinggal bagaimana siswa atau pembelajar bereksplorasi,
menggali, dan menemukan kemudian memungutnya, untuk memperoleh pengetahuan.
Belajar dikatakan berhasil jika seseorang mampu mengulangi kembali materi yang
telah dipelajarinya. Konsep belajar juga menekankan bahwa belajar tidak hanya
dari segi teknis, tetap juga tentang nilai dan norma. Ketika pembelajaran berbasis
lingkungan berkembang, maka definisi belajar juga menyesuaikan diri.
Pembelajaran merupakan suatu cara untuk membuat seseorang belajar. Banyak hal
yang dipelajari oleh peserta didik, salah satunya pembelajaran pembuatan cerpen
yang disesuaikan dengan jenjang mereka. Untuk menerapkan metode ini penulis
melibatkan siswa SMP sebagai objek. Jadi, pembuatan cerpen pun tidak boleh
dipaksakan untuk menghasilkan karya yang bagus. Namun disesuaikan dengan
kemampuan peserta didik untuk
berlatih menuangkan imajinasi.
Siswa SMP
adalah siswa yang beranjak remaja dalam proses pencarian jati diri, yang
merupakan usia efektif untuk mendapatkan pengetahuan lebih. Meski belum saatnya
untuk diberi materi membuat cerpen, paling tidak siswa telah belajar bagaimana
berimajinasi dan mengenal bahasa yang bermakna konotasi. Tentunya dalam
menuangkan ide menggunakan kata sederhana yang sesuai dengan kemampuan berpikir
anak seumuran mereka.
Yang paling
utama untuk diperhatikan dalam pembuatan cerpen adalah pemborosan kata. Karena
hal tersebut akan mengakibatkan kesalahan yang fatal jika tidak diberantas
lebih awal. “Keterampilan menulis untuk menulis secara jernih, jelas, dan lugu
adalah modal utama seorang penulis. Menulislah hal-hal yang konkret yang jelas
kita ketahui dan benar-benar kita kuasai” Mochtar lubis ( 2011: 35). Untuk itu
latihan ini perlu dilakukan secara rutin agar para peserta didik dapat
mengembangkan potensi yang telah mereka miliki dengan maksimal.
Untuk siswa
SMP yang merupakan pemula dalam pembelajaran menulis cerpen, lebih baik
mengambil objek yang unik secara harfiah terlebih dahulu. Dalam hal latihan
teknik atau penguasaan bentuk cerpen, dimulai dengan pemilihan karakter tokoh
yang unik, baik secara fisik, sifat, ekspresi, gerakan, maupun cara berpakaian.
Selain itu juga keunikan pada latar, tema, dan alur perlu dikembangkan. Siswa
juga harus memiliki penguasaan kosakata yang baik. Setelah peserta didik
menguasai hal itu, barulah
mereka bisa mengadakan percobaan sendiri mengenai susunan bahasa, pemakaian
kata-kata dan sebagainya. Sehingga siswa tidak perlu memperhatikan
bentuk-bentuk aliran yang memang harus dikuasai sebagai seorang pengarang.
Setidaknya peserta didik telah mengenal aliran tersebut tanpa harus
menerapkannya dalam pembuatan cerpen. Aliran yang dimaksud, antara lain aliran
impresionisme, realisme, naturalisme, dan sebagainya.
Mochtar lubis (2011: 57)
Menjelaskan “cerpen yang menarik selalu memiliki sesuatu yang menarik yang
hendak diceritakannya.” Ini merupakan salah satu strategi bagaimana sebuah
cerpen akan dibaca. Untuk dapat menghidupkan cerita, siswa harus rutin berlatih
menulis. Karena sebuah cerpen bukan hanya menyampaikan cerita, tetapi juga
menggambarkan sebuah pengalaman berbentuk cerita. Maka syarat untuk membuat
sebuah cerpen hidup adalah bagaimana membawa pembacanya memasuki pengalaman
cerita itu. Pengalaman dalam hal ini mengajak pembaca untuk ikut menghayati
cerita. Dan hal itu hanya bisa diberikan lewat panca indera kita… Mochtar lubis
(2011: 82).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pemanfaatan lingkungan merupakan salah satu media pembelajaran yang baik
untuk diterapkan dalam proses belajar, karena dapat menumbuhkan minat dan
semangat peserta didik. Hal ini dapat diterapkan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya pada pembuatan cerpen. Karena siswa bisa mengamati apa yang
ada di dalam lingkungan dan menjadikan apa yang siswa lihat sebagai salah satu
sumber inspirasi untuk membuat suatu karya
sastra berupa cerpen. Untuk
membuat cerpen sendiri siswa bisa menulis cerpen berdasarkan pengalaman apa
yang didapatkannya dari lingkungan melalui panca
indera.
B. Saran
Demikian yang dapat penulis
bagikan tentang pembelajaran pembuatan cerpen. Sedikit catatan yang telah
penulis tuliskan, semoga dapat membantu peserta didik yang belajar dibangku SMP
untuk semakin semangat membuat cerpen dengan memanfaatkan lingkungan. Selain
itu, penulis juga berharap agar para calon pendidik (mahasiswa pendidikan
bahasa Indonesia) dapat menerapkan lingkungan sebagai media pembelajaran bagi
peserta didiknya. Penulis juga berharap dengan adanya tulisan ini dapat
membantu pemerintah dalam mensukseskan kekreatifan pendidik maupun peserta
didik. Segala kekurangan dan kelebihan pasti ada, untuk itu penulis
Langganan:
Postingan (Atom)